Pelatih Reidel Toiran menyatakan bahwa ia tidak bisa melarang pemain Timnas Voli Putra Indonesia yang memilih ikut turnamen antarkampung (tarkam) ketika sedang menjalani pemusatan latihan (TC). Pernyataan itu mencerminkan pemahaman pelatih terhadap situasi yang dihadapi para atlet saat ini.

Selain menyampaikan ketidakmampuannya untuk melarang, Reidel Toiran juga mengakui bahwa gaji pemain masih kecil. Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dari diskusi publik mengenai kondisi profesionalisme dan kesejahteraan atlet voli nasional.
Reidel Toiran tidak bisa melarang pemain ikut tarkam
Dalam pernyataannya, Reidel Toiran menegaskan batasan kewenangannya terhadap keputusan pemain di luar jadwal timnas. Ia memahami ada pemain yang tetap mengambil kesempatan tampil di turnamen antarkampung meskipun sedang menjalani TC, namun ia menegaskan bahwa ia tidak berada dalam posisi untuk sepenuhnya melarang tindakan tersebut.
Situasi TC dan partisipasi pemain
Pemusatan latihan (TC) biasanya menjadi momen krusial bagi tim untuk persiapan kompetisi dan pembentukan chemistry antarpemain. Namun, menurut penilaian pelatih, ada kondisi di lapangan yang membuat sebagian pemain tetap memilih untuk tampil di kompetisi lokal seperti tarkam. Pilihan tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh Reidel Toiran, berada di luar kontrol langsung pelatih.
Pengakuan soal gaji kecil
Salah satu poin yang disampaikan Reidel Toiran adalah pengakuan terkait besaran gaji pemain yang masih kecil. Pernyataan ini menjadi sorotan karena mengaitkan aspek ekonomi dengan keputusan pemain untuk mencari kesempatan tanding di luar kegiatan timnas. Pengakuan pelatih ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kesejahteraan atlet di luar aspek teknis dan taktis olahraga.
Implikasi bagi persiapan tim
Keterlibatan pemain dalam kompetisi di luar TC berpotensi memengaruhi kesiapan tim secara kolektif. Reidel Toiran menggarisbawahi bahwa meski ia memahami pilihan pemain, situasi seperti ini menyajikan tantangan bagi konsistensi program latihan dan evaluasi pemain selama pemusatan. Pemain yang tidak sepenuhnya fokus pada program tim bisa mempengaruhi ritme persiapan keseluruhan.
Pernyataan pelatih tersebut membuka ruang diskusi lebih luas tentang bagaimana mengelola hubungan antara kebutuhan individu pemain dan kepentingan tim nasional. Pengakuan bahwa gaji pemain masih rendah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembahasan tersebut.
Reidel Toiran memilih untuk menempatkan pernyataan ini sebagai refleksi atas realitas yang terjadi, tanpa menutup kemungkinan adanya langkah-langkah lain yang dapat dilakukan oleh pihak terkait untuk mengatasi persoalan. Sikap pengertian dan keterbukaan pelatih menunjukkan adanya keprihatinan terhadap kondisi atlet di lapangan.
Meski demikian, penegasan bahwa pelatih tidak dapat melarang sepenuhnya menegaskan bahwa solusi atas persoalan ini tidak hanya bergantung pada keputusan teknis di lapangan, melainkan membutuhkan kajian dan upaya bersama dari berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan cabang olahraga ini.
Pernyataan Reidel Toiran tentang keterbatasan kewenangan serta pengakuannya mengenai gaji kecil menjadi bagian dari perbincangan yang lebih luas mengenai kondisi atlet dan tata kelola dalam dunia voli nasional. Isu-isu tersebut dinilai perlu diangkat agar ada perhatian yang lebih terstruktur terhadap kesejahteraan dan profesionalisme pemain ke depan.
Baca juga berita lainnya:
