Campus League Badminton Season 1 akan memakai sistem skor baru dalam kompetisi yang digelar Agustus 2026. Sistem skor baru ini berupa 15 poin x 3 gim yang menjadi aturan ramping yang diinisiasi oleh Badminton World Federation (BWF) dan langsung diadopsi pada ajang ini.

Keputusan adopsi tersebut mengikuti kebijakan BWF yang akan menerapkan perubahan skor pada awal Januari 2027. Meski waktu efektifnya di kalender internasional baru dimulai Januari 2027, penyelenggara Campus League memilih menerapkan aturan itu lebih awal agar pemain bisa lebih cepat beradaptasi.
Sistem skor baru dan format pertandingan
Pergeseran ke sistem 15 poin x 3 gim menandai perubahan teknis yang diambil BWF melalui mekanisme voting antar negara anggota. Hasil voting menunjukkan 198 negara menyetujui rencana perubahan sementara 43 negara menolak. Dengan angka dukungan mayoritas tersebut, BWF menetapkan penerapan sistem baru pada awal 2027 dan beberapa kompetisi memilih mengadopsinya lebih dini.
Penerapan 15 poin per gim dengan maksimal tiga gim ini berimplikasi pada durasi pertandingan dan strategi pertandingan, termasuk persiapan atlet dari level kampus. Penyediaan jam pertandingan yang lebih padat dan penyesuaian taktik permainan menjadi bagian dari konsekuensi langsung ketika format itu dipakai dalam turnamen yang berlangsung sebelum penerapan resmi di kalender internasional.
Jadwal dan lokasi Campus League Season 1
Kompetisi Campus League Badminton Season 1 dijadwalkan dimulai pada 19 Agustus 2026. Babak pembuka akan diselenggarakan secara regional di Jabodetabek, kemudian berlanjut ke beberapa kota tuan rumah berikutnya: Semarang, Surabaya, Samarinda, dan Bandung. Bandung juga ditunjuk sebagai tuan rumah untuk putaran puncak The Nationals.
Rangkaian lokasi tersebut dirancang untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai wilayah mengikuti kompetisi tingkat kampus sekaligus merasakan perubahan regulasi pertandingan yang sedang diberlakukan oleh federasi internasional.
Kategori yang dipertandingkan dan aturan beregu
Campus League Season 1 mempertandingkan dua kategori utama, yakni kategori perorangan dan beregu, untuk putra maupun putri. Pada kategori beregu, kompetisi menggunakan format skor kumulatif 55 poin sesuai regulasi terbaru BWF. Format kumulatif ini mengharuskan tim mengumpulkan angka total pertandingan hingga mencapai batas poin yang ditetapkan, sehingga dinamika tim dan rotasi pemain menjadi lebih penting dalam pengelolaan strategi kejuaraan.
Pemakaian aturan kumulatif 55 poin pada beregu dimaksudkan memberikan kerangka penilaian yang lebih jelas antar tim dalam setiap pertemuan, sementara kategori perorangan mengikuti aturan gim tunggal 15 poin x 3 sesuai adopsi sistem baru BWF.
Tujuan penyelenggara dan adaptasi mahasiswa
Penyelenggara Campus League menekankan aspek pengembangan dan adaptasi bagi atlet mahasiswa. Menurut pernyataan panitia, “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan jam terbang bertanding, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan regulasi internasional.” Pernyataan itu menegaskan tujuan kompetisi selain perebutan prestasi, yakni mempersiapkan atlet muda menghadapi standar permainan di level yang lebih tinggi.
Dengan memberi pengalaman bertanding memakai aturan yang akan berlaku secara internasional, penyelenggara berharap para pemain kampus dapat lebih cepat menyesuaikan strategi, kondisi fisik, dan mental pertandingan pada format baru. Langkah ini juga membuka ruang bagi pelatih dan tim kampus untuk mengevaluasi dan memodifikasi program latihan mereka sesuai tuntutan regulasi yang berubah.
Penerapan sistem skor baru di Campus League Season 1 menjadi salah satu indikator kesinambungan upaya adaptasi terhadap regulasi internasional di level domestik. Meski perubahan aturan ditetapkan oleh federasi internasional, keputusan kompetisi lokal untuk mengadopsi lebih awal menunjukkan upaya sinkronisasi antara pengembangan atlet muda dan kebijakan global terkait format pertandingan bulutangkis.
Penonton, pemain, dan pelatih akan menyaksikan bagaimana format 15 poin x 3 gim serta aturan beregu kumulatif 55 poin berjalan dalam praktik kompetisi kampus. Bagi penyelenggara, pertandingan yang berlangsung di beberapa kota sepanjang musim diharapkan memberi gambaran penerapan format baru sebelum penerapan resmi BWF pada awal 2027.
Baca juga berita lainnya:
