Conor McGregor mengonfirmasi ia mengalami cedera ACL dan meniskus pada lutut saat kembali bertarung di oktagon bulan ini. McGregor ACL meniskus menjadi pernyataan yang ia sampaikan melalui unggahan di media sosial, setelah pertarungan melawan Max Holloway di Las Vegas pada 11 Juli berakhir dini karena masalah pada lutut.

Pertarungan yang dinanti-nantikan itu selesai hanya dalam 69 detik, setelah McGregor mendarat dengan canggung usai mencoba tendangan lompat. Meski sempat berusaha melanjutkan, ia terlihat menatap wasit untuk memberi sinyal bahwa ia tidak dapat meneruskan laga.
Mcgregor Acl Meniskus dalam Sorotan Publik
McGregor secara eksplisit menyebutkan bahwa cedera yang dideritanya adalah robekan ACL dan meniskus. “It was ACL and meniscus. It is the same injury as the first Holloway fight, only this time the opposite leg. Quite shocking,” tulisnya, merujuk pada cedera serupa yang sebelumnya terjadi pada pertemuannya dengan lawan yang sama, namun pada kaki yang berbeda.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar keseleo ringan, melainkan kerusakan struktural pada ligamen dan jaringan di lutut yang umumnya membutuhkan penanganan medis serius. McGregor, yang berusia 38 tahun, menyampaikan keterkejutannya atas kejadian itu, mengingat ini merupakan bagian dari kembalinya ia ke octagon setelah absen.
Rencana operasi dan target pemulihan
Setelah memastikan diagnosis cedera, McGregor mengatakan ia akan menjalani operasi. Ia sebelumnya menyampaikan niat menjalani prosedur pembedahan dan berharap dapat kembali untuk pertarungan terakhir dalam kontrak UFC-nya. Kini McGregor menargetkan proses pemulihan yang memungkinkan kepulihan sampai musim panas 2027.
Dalam penjelasannya, ia optimistis terhadap kemajuan pengobatan regeneratif dan metode latihan yang lebih baik. “With today’s regenerative medicine advancements and improved training methods it is well within my realm to return by next summer,” tulis McGregor. Ia juga melaporkan kemajuan awal: bisa berjalan tanpa kruk dan sudah melakukan latihan ekstensi kaki dengan mesin tanpa masalah.
Kondisi fisik saat ini dan proses pemulihan awal
Menurut unggahan McGregor, kondisi pemulihan awal menunjukkan tanda-tanda positif. Ia menyatakan dapat berjalan tanpa alat bantu dan mulai mengaktifkan otot quadriceps di bawah tahanan. Pernyataan ini menggambarkan bahwa fase rehabilitasi awal menunjukkan respons yang baik, meski tidak menggantikan kebutuhan operasi untuk mengatasi kerusakan ACL dan meniskus secara menyeluruh.
Meski mampu melakukan beberapa latihan fungsional, pemulihan penuh dari cedera ACL dan meniskus biasanya memerlukan waktu dan mengikuti protokol rehabilitasi pascaoperasi yang ketat. McGregor menaruh harapan pada teknologi medis modern dan program latihan guna mempercepat proses tersebut, sambil tetap realistis terhadap jangka waktu yang diperlukan.
Kronologi insiden di oktagon
Insiden yang membuat McGregor harus mundur terjadi di ronde awal pertandingan ketika ia mencoba melakukan tendangan lompat. Mendarat dengan posisi yang tidak sempurna, lututnya mengalami tekanan sehingga membuatnya kesulitan untuk melanjutkan. Dalam hitungan detik setelah momen itu, McGregor terlihat berupaya namun akhirnya memutuskan memberi isyarat kepada wasit bahwa ia tidak bisa meneruskan pertarungan.
Keputusan menghentikan laga pada menit awal itu mengejutkan banyak pihak karena menutup kesempatan McGregor untuk menunjukkan performa pada kembalinya ke gelanggang. Penegasan bahwa cedera terjadi pada lutut yang berlawanan dari cedera sebelumnya menambah dimensi ketidakberuntungan terhadap kondisi fisiknya.
Dampak pada kontrak dan langkah selanjutnya
McGregor sebelumnya berharap masa rehabilitasi memungkinkan ia memenuhi rencana untuk tampil lagi dalam pertandingan penutup kontraknya dengan organisasi. Dengan rencana operasi dan target kembali pada musim panas 2027, fokus tim medis dan staf pelatih kini tertuju pada penanganan luka dan program rehabilitasi yang mendukung kembalinya ia ke level kompetitif.
Pengumuman cedera ini menandai babak baru dalam perjalanan karier McGregor yang sebelumnya sudah sarat sorotan. Ke depan, perkembangan pascaoperasi dan respons terhadap terapi regeneratif akan menjadi indikator paling krusial untuk menentukan jadwal kembalinya ke ring.
Baca juga berita lainnya:
