Ronda Rousey kembali melancarkan kritik pedas terhadap wakil presiden UFC, Hunter Campbell, menyasar kebijakan promosi dan sikap pimpinan organisasi setelah kesuksesan acara MVP MMA. Pernyataan Rousey ini muncul setelah penampilan utamanya pada ajang yang ditayangkan di platform streaming bulan Mei lalu.

Dalam wawancara yang dirilis pada tanggal 30 (waktu Korea), Rousey menyinggung komentar yang menurutnya dibuat Campbell tentang kemampuan memasarkan petarung berusia 40-an. Dia mengatakan sangat puas ketika komentar itu dikatakan kembali karena menurutnya mengungkap sikap sebenarnya dari sebagian pimpinan UFC.
Wakil Presiden Ufc dalam Sorotan Publik
Rousey menyatakan bahwa dia pernah menuduh Campbell bertindak dengan cara yang bersifat diskriminatif, termasuk menyebutnya “seksis”. Dalam pernyataannya, Rousey menilai Campbell terlalu arogan dan ceroboh dalam menilai peluang pasar, suatu sikap yang menurutnya telah merugikan dan membuat peluang untuk rival kompetitif seperti MVP MMA muncul.
Lebih jauh, Rousey mengungkapkan bahwa dia mendengar sebuah cerita di mana Campbell berkata kepada Carano bahwa ia tidak tahu bagaimana cara memasarkan dua petarung berusia 40-an. Rousey mengaku puas mendengar kabar itu beredar, karena menurutnya hal tersebut mempertegas masalah yang selama ini ia kritik tentang pendekatan UFC terhadap promosi atlet wanita dan acara besar.
Argumen Rousey soal Pemasaran dan Keputusan UFC
Rousey menegaskan bahwa persoalannya bukan semata-mata Campbell tidak tahu memasarkan atlet wanita. “Masalahnya adalah bukan bahwa dia tidak tahu cara memasarkan kami. Masalahnya dia tidak tahu cara memasarkan siapa pun,” ujar Rousey menegaskan sikapnya. Pernyataan itu menyoroti keyakinannya bahwa kesalahan strategi promosi bersifat lebih luas dan sistemik, bukan hanya soal gender semata.
Ia juga mengakui bahwa saat awal mengkritik pimpinan UFC, intensitas kritiknya sempat ia kurangi. Namun setelah melihat hasil dan respons publik pada acara MVP MMA, Rousey merasa bahwa kritik yang lebih tegas layak disuarakan untuk menyoroti masalah yang menurutnya berulang dalam manajemen promosi olahraga beladiri campuran itu.
MVP MMA: Bukti Bahwa Kompetisi Bisa Tumbuh
Rousey menilai keberhasilan MVP MMA menunjukkan bahwa UFC sendiri ikut membangun pesaingnya. Acara utama yang menampilkan Rousey dan Carano di platform streaming pada bulan Mei menarik perhatian besar, dengan angka penonton disebut mencapai lebih dari 17 juta orang. Bagi Rousey, angka tersebut membuktikan adanya pasar besar untuk acara besar di luar struktur UFC.
Menurut Rousey, ketersediaan alternatif promotor dan penyelenggara adalah hal yang positif. “Semakin banyak kompetisi, semakin baik,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa lebih banyak promotor yang berani menggelar acara berskala besar justru menguntungkan para petarung karena memberi mereka pilihan yang lebih banyak.
Impak Kepada Atlet dan Masa Depan Pertarungan
Rousey menilai status UFC sebagai perusahaan publik membuat keseimbangan antara memaksimalkan nilai pemegang saham dan mengutamakan kepentingan atlet menjadi rumit secara hukum. Karena itu, menurutnya, para petarung membutuhkan lebih banyak pilihan selain bergantung pada satu organisasi besar.
Meski memberikan apresiasi atas munculnya alternatif tersebut, Rousey belum memastikan apakah dirinya akan kembali bertarung dalam ajang MVP MMA. Dia mengatakan bahwa rencana ke depan masih harus dilihat dan diputuskan seiring waktu. Namun ia menekankan pentingnya mengembalikan MMA pada konsep “acara” besar yang mampu menarik perhatian luas dan meninggalkan kebisingan latar belakang yang membuat penyelenggaraan rutin kehilangan momen besar.
Rousey juga menyebut sejumlah nama petarung yang tampil di ajang MVP MMA, termasuk mantan atlet yang dikenal luas, sebagai indikator bahwa acara tersebut berhasil mengumpulkan bintang-bintang berpengalaman. Selain itu, beberapa petarung yang turun di kartu tersebut kemudian dikontrak oleh organisasi besar, yang menurut Rousey menegaskan betapa kompetisi di sektor ini semakin dinamis.
Menutup pernyataannya, Rousey mengatakan ia akan mengamati perkembangan dan melihat bagaimana MVP dan promotor lain mengembangkan acara-acara besar ke depan. Bagi Rousey, pertumbuhan kompetisi dan munculnya panggung yang lebih besar sangat penting demi masa depan atlet dan kualitas pertarungan yang mampu menarik perhatian massa.
Baca juga berita lainnya:
