Dana White Melontarkan Kritik Garry Setelah Sikapnya di UFC 330

kritik garry - ilustrasi berita Dana White Melontarkan Kritik Garry Setelah Sikapnya di UFC 330
0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

Pada 17 Agustus (waktu Korea), muncul kecaman dari pimpinan UFC terhadap perilaku Ian Machado Garry dalam duel perebutan gelar di UFC 330. Kritik Garry itu disampaikan menyusul momen kontroversial pada ronde kelima yang menjadi sorotan pascapertandingan.

kritik garry - ilustrasi berita Dana White Melontarkan Kritik Garry Setelah Sikapnya di UFC 330

Pimpinan organisasi menilai Garry memiliki bakat, tetapi mempertanyakan motivasi dan sikapnya di saat-saat krusial pertandingan. Pernyataan tersebut muncul setelah duel yang digelar pada 16 Agustus berakhir dengan keputusan yang menguntungkan lawannya.

Kritik Garry oleh pimpinan UFC

Pimpinan UFC mengatakan bahwa ia menganggap Ian sebagai petarung yang berbakat, namun menilai ada kekurangan dalam hasrat untuk menang pada ronde terakhir. Dalam komentarnya, ia menyinggung adegan ketika Garry meminta pelukan dan berjabat tangan segera setelah ronde kelima dimulai, yang menurutnya tidak dapat diterima dalam konteks pertandingan perebutan gelar.

Ia menegaskan, “Jika di ronde kelima ada sedikit pun keinginan untuk menang, sisi kanan tubuh dan wajah Islam pasti akan berantakan.” Pernyataan itu menunjukkan kekecewaan atas keputusan Garry untuk tidak melanjutkan perlawanan penuh pada momen penentuan.

Jalannya pertandingan dan keputusan wasit

Pada laga utama UFC 330 yang berlangsung pada 16 Agustus, Garry menghadapi petarung Rusia yang mempertahankan gelar welterweight. Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan keputusan bagi Garry dengan skor 46-49, 46-49, 48-47, menurut catatan skor yang beredar. Kekalahan tersebut mengakhiri upaya Garry dalam tantangan gelar pertamanya secara mengecewakan.

Sampai ronde keempat, Garry dinilai tertinggal oleh lawannya. Tepat saat ronde kelima dimulai, Garry meminta untuk berpelukan dan berjabat tangan; lawan menerima permintaan itu, dan momen tersebut kemudian memicu reaksi dari pimpinan organisasi serta perhatian publik terhadap sikap sportivitas dan mental juang dalam pertandingan gelar.

Penilaian terhadap sang juara

Pimpinan UFC memberikan pujian pada penampilan sang juara. Ia mengatakan bahwa lawan Garry lebih besar dan lebih matang, serta unggul dalam beberapa aspek teknis, termasuk pertahanan terhadap takedown. Menurut penilaiannya, sang juara berhasil menguasai dan mendominasi jalannya pertandingan.

Lebih jauh, pimpinan organisasi menyatakan bahwa petarung tersebut melakukan semua hal yang diperlukan untuk meraih kemenangan. Pernyataan ini menegaskan pandangannya bahwa sang juara bermain secara komprehensif dan efektif sehingga layak mempertahankan posisinya.

Reaksi atas momen ronde kelima

Di sisi lain, ada pengakuan bahwa dalam pertandingan tingkat tinggi ada faktor psikologis signifikan. Pimpinan organisasi menambahkan bahwa ketika menonton ulang pertandingan, ia akan terus berpikir tentang ‘betapa bagusnya’ jika situasinya berbeda, menandakan penyesalan atas perkembangan pertandingan yang berujung pada keputusan tersebut.

Dampak bagi karier Garry dan posisi juara

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Garry, yang kehilangan kesempatan meraih sabuk pada upaya pertamanya. Sementara itu, sang juara berhasil mempertahankan gelar dan memperpanjang catatan kemenangannya di ranah UFC menurut data pertandingan yang tercatat.

Peristiwa di UFC 330 membuka perbincangan luas mengenai bagaimana petarung harus bersikap saat posisi pertandingan sedang diperebutkan, serta sejauh mana keputusan taktis harus ditempatkan di atas semangat juang dalam pertandingan perebutan gelar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %