Marc M Rquez menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan ini. Marc Márquez mengakui mengalami hari yang sulit di Silverstone setelah menutup sesi latihan pada posisi keenam. Pembalap asal Cervera itu berada lebih dari tujuh persepuluh di belakang catatan tercepat yang dibukukan Marco Bezzecchi.

Silverstone bukanlah sirkuit yang biasanya menguntungkan bagi Márquez; sepanjang kariernya ia hanya pernah menang di sana dua kali, pertama pada 2010 di kelas 125cc dan kemudian pada 2014 di MotoGP. Fakta itu membuat akhir pekan ini terasa lebih berat, terutama dengan performa Aprilia yang tampil baik pada lintasan tersebut.
Marc M Rquez dalam Sorotan Publik
Usai sesi, Márquez mengakui ekspektasi awal bahwa Aprilia akan cepat. “Bisa diduga Aprilia akan melesat; untuk saat ini kami berada antara posisi kelima dan ketujuh. Di lap cepat saya tidak menahan diri; di situ harus berani ambil risiko,” ujar pembalap nomor 93 tersebut. Pernyataan itu menggambarkan upaya Márquez untuk mendorong batas meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya ideal.
Hasil latihan yang menempatkan Márquez di urutan keenam menunjukkan bahwa ia belum menemukan ritme terbaiknya di sirkuit Inggris ini. Jarak lebih dari tujuh persepuluh dengan pemimpin sesi menjadi indikator bahwa masih diperlukan langkah-langkah perubahan baik dari sisi setelan motor maupun pendekatan balap.
Performa Bezzecchi dan ancaman Aprilia
Marco Bezzecchi tampil gemilang di Silverstone dan memimpin sesi dengan catatan terbaik. Meski sempat mengalami cedera, Bezzecchi tetap mampu menunjukkan kecepatan yang mengancam pesaing lain. Saat ini Bezzecchi berada di posisi keempat klasemen, terpaut 22 poin dari Jorge Martín, sehingga menjadi salah satu figur yang patut diwaspadai sepanjang akhir pekan.
Márquez menyadari bahwa lawan seperti Bezzecchi memberi tanda bahwa ritme lomba akan menantang. “Bezzecchi sedang memberi standar; kita lihat sepanjang akhir pekan seberapa jauh mereka unggul,” ucapnya. Kekuatan Aprilia pada lintasan ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi strategi tim lain, termasuk Ducati tempat Márquez bernaung.
Pemulihan fisik pasca operasi
Pulang ke aspek fisik, Márquez memang belum sepenuhnya pulih. Ia kembali turun ke lintasan di Mugello setelah absen dua seri akibat menjalani dua operasi pada bahu dan kaki kiri. Sejak kembali berlomba, ia berhasil memangkas 84 poin dalam perburuan gelar, namun proses pemulihan masih berjalan dan memengaruhi performanya.
“Saya puas dengan kerja fisik yang dilakukan musim panas ini, karena di beberapa area saya bisa lebih agresif. Namun saya tahu bahu itu bekerja berbeda, dan titik lemahnya masih sama,” jelas Márquez. Kenyataan bahwa salah satu sisi tubuhnya belum kembali ke kondisi semula menjadi faktor penting dalam bagaimana ia mengatur gaya balap dan mengambil risiko.
Strategi tim dan harapan untuk akhir pekan
Di sirkuit yang terasa sulit baginya, Márquez menegaskan perlunya ketenangan dalam berkomunikasi dengan tim. “Saat tiba di sirkuit yang sulit, saya minta tim untuk tenang. Mereka memberi ide, tetapi kadang masalahnya bukan motornya, melainkan Anda sendiri,” katanya. Pendekatan ini menegaskan bahwa selain penyesuaian teknis, aspek mental dan manajemen balap juga krusial.
Meski masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, Márquez menilai ada peningkatan dibandingkan penampilannya di beberapa balapan sebelumnya. “Saya rasa memiliki sedikit potensi lebih dibanding di Assen,” ujarnya menutup. Pernyataan itu memberi sinyal optimisme, bahwa dengan pendekatan yang tepat baik dari sisi fisik maupun teknis, langkah perbaikan masih mungkin dicapai sepanjang sisa akhir pekan.
Akhir pekan di Silverstone akan menjadi ujian lain bagi Márquez untuk melihat sejauh mana kondisinya telah pulih dan seberapa efektif tim dapat menemukan setelan yang mendekatkan dia ke barisan terdepan. Dengan persaingan ketat dari pembalap seperti Bezzecchi dan situasi klasemen yang terus dinamis, setiap sesi latihan dan balapan akan sangat menentukan.
Baca juga berita lainnya:
