Zarco Barcelona kembali membuka kenangan tentang kecelakaan dramatis yang menimpanya pada Grand Prix Catalunya, kejadian yang hingga kini masih memengaruhi proses pemulihannya. Dalam wawancara terbaru, ia mengisahkan detik-detik tabrakan, lukanya, dan ketakutan paling besar yang melintas di benaknya: apakah ia masih bisa berjalan lagi.

Kecelakaan pada putaran kedua balapan itu memicu keluarnya bendera merah setelah tabrakan beruntun antara beberapa pembalap. Akibat insiden tersebut, Zarco mengalami cedera serius pada lutut serta luka bakar yang sempat menunda langkah medisnya.
Zarco Barcelona dalam Sorotan Publik
Menurut pengakuannya, pada saat restart setelah insiden yang melibatkan pembalap lain, ia kehilangan kontrol saat pengereman di tikungan pertama. “Saya mengarah ke Marini dan saat bertabrakan dengannya saya benar-benar kehilangan kontrol. Bahkan saya tidak mencoba mempertahankan motor, saya melepaskannya,” kata Zarco. Ia menceritakan bagaimana tubuhnya meluncur dan kakinya sempat terlempar ke lintasan.
Tabrakan itu menyeret serta pembalap lain; nama-nama seperti Luca Marini dan Pecco Bagnaia turut terlibat. Malang bagi Zarco, kakinya sempat tersangkut di roda belakang motor yang terlibat sehingga menyebabkan cedera lebih parah.
Diagnosa cedera dan penanganan awal
Pascainsiden, diagnosis memperlihatkan kerusakan cukup serius: robekan pada ligamen silang anterior dan posterior di lututnya, serta sebuah retakan kecil pada tulang perone. Selain itu, Zarco juga menderita luka bakar akibat terjebak di atas knalpot saat terbaring di gravel.
Awalnya tim medis mempertimbangkan operasi untuk memperbaiki ligamen, tetapi prosedur itu sempat ditunda karena luka bakar yang berisiko terinfeksi. Seiring evaluasi lebih lanjut, tim LCR kemudian mengumumkan bahwa operasi besar mungkin tidak diperlukan, dan mereka menargetkan potensi kembalinya Zarco pada bulan September setelah jeda musim panas — meski hal tersebut belum final dan belum dikonfirmasi sepenuhnya.
Reaksi di sirkuit dan ketakutan paling mendalam
Zarco mengaku bahwa pada saat kejadian rasa sakit bukanlah hal pertama yang ia rasakan secara penuh. Yang paling menghantuinya adalah melihat reaksi komisaris yang segera datang karena kondisi kakinya tampak terpuntir. Mereka berhati-hati mengingat kemungkinan cedera lebih parah jika dipindahkan secara tidak tepat.
Dalam keadaan itu, Zarco menyatakan satu hal yang terus terngiang di pikirannya: kekhawatiran bahwa kecelakaan tersebut mungkin membuatnya tak bisa berjalan lagi. “Saya merasa terbakar di dalam baju balap, terjebak di atas knalpot saat di gravel. Saya bahkan tidak berpikir soal balapan. Saya hanya berpikir: ‘Semoga saya bisa berjalan lagi.’ Itu ketakutan saya,” ungkapnya.
Dukungan, inspirasi, dan langkah pemulihan
Spekulasi sempat muncul tentang apakah pembalap itu, yang disebut-sebut telah memasuki usia 36 tahun, akan mampu kembali kompetitif setelah cedera semacam ini. Zarco sendiri mengaku sempat meragukan kemampuannya untuk kembali, namun ia mendapat dorongan dari cerita perjuangan pembalap lain yang mengalami cedera parah dan berproses kembali secara bertahap.
Ia menyebut bahwa melihat contoh pembalap yang berjuang melalui rehabilitasi membuatnya berpikir untuk tidak memaksakan kembali terlalu cepat. “Saya selalu bilang pada diri sendiri: kalau bahkan pembalap lain yang terus berjuang saja kadang sulit, jangan coba-coba jadi pahlawan. Siapkan diri dengan baik dan kembali lebih kuat,” ujarnya.
Salah satu faktor yang membuat Zarco merasa lebih tenang adalah status masa depannya di tim yang sudah terkonfirmasi untuk 2027. Mengetahui posisinya aman memberi ruang baginya untuk bersabar menjalani pemulihan tanpa tekanan mendesak untuk segera tampil kembali.
Status pengganti dan rencana jangka pendek
Sementara proses penyembuhan berlangsung, tim telah mengumumkan pengganti sementara untuk beberapa balapan mendatang. Cal Crutchlow dijadwalkan mengisi posisi sementara di Silverstone, menandai bahwa tim menyusun langkah kontinjensi sambil menunggu perkembangan kondisi Zarco.
Zarco hingga kini telah absen beberapa balapan sejak insiden di Catalunya dan belum ada kepastian tanggal kembalinya. Ia terus menjalani pemulihan fisik dan evaluasi medis, serta menegaskan komitmennya untuk kembali ketika kondisi benar-benar memungkinkan.
Dalam setiap pernyataannya, Zarco menekankan bahwa proses ini bukan hanya soal fisik tetapi juga mental—menghadapi ketakutan paling mendasar dan membangun kembali kepercayaan untuk kembali berlomba di level tertinggi.
Baca juga berita lainnya:
