Gregory Rodrigues kembali menunjukkan ambisi besar setelah tampil dominan di laga utama UFC Sacramento. “Robocop” dipercaya menunjukkan penampilan terbaiknya, mengalahkan Anthony Hernandez melalui keputusan bulat setelah lima ronde.

Usai pertandingan, Rodrigues menegaskan bahwa ia mengincar lawan-lawan besar di divisi kelas menengah, menyebut nama Dricus du Plessis dan Khamzat Chimaev sebagai target berikutnya. Pernyataan itu menggarisbawahi tekad petarung Brasil tersebut untuk terus menanjak di tangga peringkat.
Ambisi Gregory Rodrigues dan tuntutan lawan besar
Gregory Rodrigues tidak menyembunyikan keinginannya untuk menghadapi nama-nama papan atas di divisi kelas menengah. Setelah kemenangan yang dianggap sebagai penampilan terbaiknya, ia secara terbuka meminta pertarungan melawan Dricus du Plessis atau Khamzat Chimaev. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Rodrigues ingin segera diuji melawan pesaing teratas guna mempercepat jalur menuju perebutan gelar.
Penampilan lengkap melawan Anthony Hernandez
Di Sacramento, Rodrigues memperlihatkan gaya yang seimbang antara tekanan, teknik, dan kemampuan bertahan dalam lima ronde penuh. Lawannya, Anthony Hernandez, diakui tampil ngotot dan memberikan perlawanan, namun pada penghitungan akhir para juri memberi kemenangan mutlak kepada Rodrigues melalui keputusan bulat. Penampilan itu disebut-sebut sebagai yang terbaik dalam kariernya sejauh ini.
Implikasi bagi posisi di peringkat tengah
Kemenangan tersebut semakin mengangkat nama Rodrigues di divisi middleweight, menunjukkan bahwa ia sedang dalam tren positif yang membuatnya layak mendapatkan lawan dengan nama besar. Dengan menukik ke arah duel melawan Du Plessis atau Chimaev, Rodrigues berharap bisa memperpendek jarak menuju posisi yang lebih menentukan di kelas menengah.
Baca juga: Hernandez vs Rodrigues: UFC Fight Night di Sacramento Jadi Puncak Pertarungan Kelas Middleweight
Respons sang petarung dan pesan pascapertandingan
Setelah laga, Rodrigues tampak percaya diri dan berani menantang rival-rival utama. Kutipan dari pernyataannya, “Why I’m going to look back?”, mencerminkan mentalitas maju ke depan dan kepercayaan diri yang tinggi. Ia menyiratkan bahwa fokusnya saat ini adalah menghadapi tantangan yang lebih besar dan tidak terpaku pada masa lalu.
Julukan “Robocop” kembali disematkan pada Rodrigues oleh penggemar dan komentator setelah penampilannya yang komprehensif di Sacramento. Julukan itu kerap dipakai untuk menggambarkan gaya bertarungnya yang tegas dan terkoordinasi, serta kemampuannya untuk mempertahankan ritme selama lima ronde penuh.
Meski Rodrigues meminta lawan tertentu, langkah selanjutnya akan bergantung pada keputusan pihak promotor dan ketersediaan calon lawan. Nama-nama yang ia sebut, Dricus du Plessis dan Khamzat Chimaev, adalah figur besar di divisi yang akan memberi nilai tambah signifikan bila pertarungan itu terealisasi.
Bagi penggemar dan pengamat, pernyataan Rodrigues memunculkan spekulasi dan antisipasi. Pertanyaan besar kini adalah apakah promotor akan menanggapi permintaan tersebut dan mengatur duel yang diharapkan bisa menguji kemampuan Rodrigues di level tertinggi divisi middleweight.
Sementara itu, kemenangan atas Hernandez di Sacramento menjadi bukti bahwa Rodrigues siap menerima tantangan yang lebih berat. Dengan performa yang mendapat pujian, ia memiliki momentum untuk mendorong pembicaraan mengenai pertarungan melawan nama-nama besar yang ia inginkan.
Waktu akan menunjukkan apakah permintaan Rodrigues untuk menghadapi Dricus du Plessis atau Khamzat Chimaev akan terwujud. Sementara itu, penampilannya di Sacramento tetap menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya yang terus menanjak di ranah MMA internasional.
Baca juga berita lainnya:
